Menghayati Makna Persatuan Dalam Tabuik Naik Pangkek

Menghayati Makna Persatuan Dalam Tabuik Naik Pangkek

Memasuki hari terakhir penyelenggaraan Festival Tabuik, pemandangan di sekitar Kota Pariaman dipenuhi masyarakat yang ingin menyaksikan penutupan salah satu festival terbesar di Sumatera Barat ini. Iya, mereka ingin menyaksikan jalannya salah satu prosesi penutupan yaitu Tabuik Naik Pangkek.

Tabuik Naik Pangkek adalah proses menyambungkan bagian tabuik menjadi satu kesatuan yang utuh oleh Nagari Pasa dan Subarang. Biasanya prosesi ini dilakukan sejak pukul 05.00 WIB seusai shalat Subuh. Prosesi Tabuik Naik Pangkek menjadi rangkaian pesta budaya festival tabuik 2013 dalam rangka memperingati hari Asyura atau bertepatan dengan 10 Muharram.

Tabuik Naik Pangkek sendiri memiliki makna persatuan. Prosesi ini seperti melambangkan kesatuan walaupun terdiri dari bermacam suku, bahasa, agama, keturunan tetapi tetap satu kesatuan. Seusai prosesi Tabuik Naik Pangkek dilaksanakan, Tabuik kemudian dibawa memasuki Kota Pariaman. Hal ini dilakukan guna melakukan prosesi hoyak Tabuik yaitu ritual puncak dalam Festival Tabuik. Terakhir, tabuik dibuang ke laut menjelang sore atau menjelang waktu shalat Maghrib datang. [Tauhid/IndonesiaKaya]