Museum Balla Lampoa

Museum Balla Lampoa

Pariwisata Sulawesi Selatan

Foto : Tim Indonesia Exploride

Kerajaan Gowa merupakan kerajaan yang pernah besar dan sukses di Sulawesi Selatan. Rakyatnya berasal dari suku Makassar yang berdiam di ujung selatan dan pesisir barat Sulawesi. Bekas wilayah kerajaan ini sekarang berada di bawah Kabupaten Gowa dan beberapa bagian daerah sekitarnya.

Pada awalnya, kerajaan Gowa terbentuk dari sembilan negeri atau daerah yang masing-masing dikepalai oleh seorang penguasa yang disebut Raja Kecil. Kesembilan negeri ini ialah Tombolo, Lakiung, Samata, Parang-parang, Data, Agang Je’ne, Bisei, Kalling dan Sero. Salah satu Raja Gowa yang terkenal adalah Sultan Hasanuddin yang berjuang mati-matian melawan penjajah Belanda (VOC) dalam Perang Makassar.

Bekas istana raja-raja Gowa yang dibangun pada tahun 1936 telah diubah menjadi bernama Museum Balla Lompoa. Dalam bahasa Makassar, Balla Lompoa berarti rumah besar atau rumah kebesaran. Museum ini menyimpan benda-benda bersejarah peninggalan Kerajaan Gowa. Salah satu di antaranya adalah Mahkota Gowa atau Salokoa.

Mahkota Gowa atau Salokoa terbuat dari emas murni seberat 1.768 gram, berbentuk kuncup bunga teratai yang memiliki lima helai kelopak daun, serta dihiasi batu permata putih, hijau, dan merah sebanyak 250 buah. Mahkota ini dibuat pada abad ke-14 dan pertama kali dipakai oleh Raja Gowa yang bernama I Tumanurunga, selanjutnya menjadi simbol pusaka milik Kerajaan Gowa yang dipakai dalam upacara pelantikan raja-raja Gowa berikutnya. Replika mahkota bisa dilihat di Museum La Galoga, sementara mahkota asli disimpan di Museum Balla Lompoa yang terletak di Jl. Sultan Hasanuddin No. 48, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Lokasi ini berjarak 10 kilometer dari kota Makassar.

Benda-benda bersejarah lainnya adalah tombak rotan berambut ekor kuda (panyanggaya barangan), parang  besi tua (lasippo), keris emas yang memakai permata (tatarapang), senjata  sakti sebagai atribut raja yang berkuasa (sudanga), gelang emas berkepala naga (ponto janga-jangaya), kalung kebesaran (kolara), anting-anting emas murni (bangkarak ta‘roe), kancing emas (kancing gaukang), tombak, meriam kuno, serta sebuah payung lalong sipue (payung yang dipakai saat pelantikan raja), pakaian, bendera kebesaran, termasuk sejumlah naskah lontar. Sementara di tengah-tengah ruangan, ditempatkan singgasana raja.

Museum Balla Lompoa yang berada di Jalan Sultan Hasanuddin No. 48 Sungguminasa, Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Jaraknya sekitar 10 kilometer dari kota Makassar. Ada sejumlah pemandu yang akan membantu pengunjung untuk mengetahui informasi mengenai benda-benda bersejarah yang ditampilkan di museum ini. Selain itu, suvenir seperti sarung sutera dan t-shirt bisa dibeli sebagai oleh-oleh. [TimIndonesiaExploride/IndonesiaKaya]