Panorama Keindahan Bukit Telang Pelaihari, Serasa di Perbukitan Sumba

Panorama Keindahan Bukit Telang Pelaihari, Serasa di Perbukitan Sumba

Pariwisata Kalimantan Selatan

Tak ada yang mengira sebelumnya bahwa ternyata Kalimantan Selatan dihiasi oleh jajaran perbukitan yang tak kalah cantiknya dengan perbukitan yang ada di Pulau Sumba, NTT. Satu lagi perbukitan indah yang sedang ramai-ramainya dikunjungi oleh para wisatawan baik dari dalam maupun dari luar kota, Bukit Telang namanya. Terletak di Desa Martadah, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah laut, Kota Pelaihari, bukit ini menawarkan pesona keindahan berupa panorama perbukitan yang dihiasi oleh hamparan rumput hijau di sekelilingnya.

Bukit ini mulai ramai dikunjungi oleh wisatawan yang berasal dari dalam Kota Pelaihari maupun di luar kota sejak 2 tahun belakangan ini. Dikarenakan munculnya berbagai foto wisatawan dengan latar belakang bukit cantik ini yang beredar di sosial media, menjadikan bukit yang dulunya sepi ini menjadi ramai dikunjungi oleh wisatawan yang penasaran ingin melihat langsung keindahan Bukit Telang.

Untuk mencapai titik tertinggi dari bukit ini, pengunjung harus trekking sekitar 30-60 menit lamanya (tergantung dengan kondisi fisik pengunjung) melewati jalur setapak yang cukup menanjak dan menguras tenaga. Sepanjang jalur pendakian, pemandangan berupa hamparan rumput hijau akan menemani para pengunjung. Setelah kurang lebih 30 menit lamanya mendaki, pengunjung akan sampai di titik tertinggi bukit ini. Dari atas sini, pengunjung dapat menikmati panorama lanskap 360 derajat di sekeliling bukitnya.

Akses Menuju Lokasi Wisata
Berada di Kota Pelaihari, jarak tempuh dari Banjarmasin ke Pelaihari adalah sekitar 65 km. Untuk mencapai bukit ini pengunjung dapat memulai perjalanannya dari Kota Banjarmasin menggunakan kendaraan bermotor atau menggunakan jasa ojek. Waktu tempuhnya adalah sekitar 2,5 jam lamanya. Selanjutnya arahkan kendaraan Anda ke Kota Pelaihari. Tak jauh dari gerbang selamat datang di Kota Pelaihari, selanjutnya Anda akan melewati tempat wisata yang bernama Gunung Kayangan, lalu arahkan kendaraan Anda belok kiri menuju area perkebunan sawit untuk menuju ke kawasan Bukit Lintang. Kondisi jalan menuju pondok terakhir di area perbukitan cukup rusak dengan beberapa titiknya yang berlubang dan bertanah licin apalagi di musim penghujan. Kurang lebih 1 jam lamanya, Anda akan sampai di sebuah pondokan yang berada di kaki bukit. Pemiliknya bernama Bapak Musa, yang sekaligus bertugas menjaga lingkungan di sekitar area perbukitan. Pengunjung dapat memarkirkan kendaraannya di sekitar area perbukitan tersebut dengan biaya parkir sekitar 5.000-10.000 rupiah.

Fasilitas
Fasilitas pendukung di sekitar lokasi nampaknya belum terlalu menunjang bagi para pengunjungnya. Hanya terdapat warung kecil di pondokan milik Pak Musa yang menjual aneka makanan dan minuman ringan seperti mie instan, kopi dan makanan ringan lainnya. Sebelum mendaki pengunjung dapat membeli air mineral dahulu di warung Pak Musa, agar tidak dehidrasi ketika mendaki nantinya. [Anggey/IndonesiaKaya]