Semarak Festival Erau Di Tenggarong

Semarak Festival Erau Di Tenggarong

Kesenian Kalimantan Timur

Di setiap pertengahan tahun, tepatnya bulan Juni Kota Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur menjadi sangat ramai. Mengapa ramai? Pasalnya pada bulan tersebut kerap diadakan sebuah festival yang dinamakan Festival Erau. Erau sendiri berasal dari Bahasa Kutai yaitu eroh yang artinya ramai, riuh, ribut, suasana yang penuh sukacita. Suasana yang ramai, riuh rendah suara tersebut dalam arti: banyaknya kegiatan sekelompok orang yang mempunyai hajat dan mengandung makna baik bersifat sakral, ritual, maupun hiburan.

Erau pertama kali dilaksanakan pada upacara tijak tanah dan mandi ke tepian ketika Aji Batara Agung Dewa Sakti berusia 5 tahun. Setelah dewasa dan diangkat menjadi Raja Kutai Kartanegara yang pertama (1300-1325), juga diadakan upacara Erau. Sejak itulah Erau selalu diadakan setiap terjadi penggantian atau penobatan Raja-Raja Kutai Kartanegara. Pelaksanaan Erau yang terakhir menurut tata cara Kesultanan Kutai Kartanegara dilaksanakan pada tahun 1965, ketika diadakan upacara pengangkatan Putra Mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara, Aji Pangeran Adipati Praboe Anoem Soerya Adiningrat.

Sedangkan Erau sebagai upacara adat Kutai dalam usaha pelestarian budaya dari Pemda Kabupaten Kutai baru diadakan pada tahun 1971 atas prakarsa Bupati Kutai saat itu, Drs.H. Achmad Dahlan. Upacara Erau dilaksanakan 2 tahun sekali dalam rangka peringatan ulang tahun kota Tenggarong yang berdiri sejak 29 September 1782. Seiring berjalannya waktu, kini Erau dijadikan sebuah Festival yang diadakan setiap tahun sebagai pesta budaya.

Acara-acara yang dilaksanakan dalam festival Erau berupa upacara - upacara adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, pertunjukan seni dan budaya dari berbagai daerah, lomba olahraga tradisional, lomba perahu naga, lomba perahu motor, expo dan pesta rakyat. Upacara adat yang biasanya ada dalam Festival Erau adalah sebagai berikut:

1. Upacara Adat Beluluh Sultan
2. Upacara Menjamu Benua
3. Upacara Adat Merangin
4. Upacara Adat Mendirikan Ayu
5. Upacara Adat Bepelas

Festival Erau sendiri biasanya dilakukan selama dua pekan. Tema festival setiap tahunnya berubah-ubah. Selain menampilkan budaya-budaya yang dimiliki Kutai, adapula pertunjukan adat dan budaya dari daerah bahkan negara lain, sehingga Festival Erau tidak hanya menjadi daya tarik bagi warga Kalimantan, namun juga menjadi pusat perhatian warga dunia.

Acara puncak dari Festival Erau adalah Berlimbur, yaitu saling membasahi warga yang ada di Kota Tenggarong. Prosesi pertama dari Berlimbur adalah menurunkan ‘Naga’ atau Ngulur Naga ke sungai Mahakam. Setelah itu setiap warga saling membasahi warga lainnya. Dulu warga menggunakan air apa saja yang ditemuinya, namun kini panitia Festival Erau membuat aturan bahwa air yang digunakan untuk Berlimbur haruslah air bersih. Karena arti dari Berlimbur hakikatnya adalah membersihkan diri dari pengaruh jahat sehingga kembali suci dan menambah semangat dalam membangun daerah. [Rizal/IndonesiaKaya]