Sungai Mahakam

Foto : Tim Indonesia Exploride

Sungai Mahakam merupakan sungai terbesar yang membelah provinsi Kalimantan Timur. Sungai ini ikut menopang kehidupan penduduk di desa-desa kecil yang ada di hulu, hilir, dan sepanjang anak sungainya. Di bagian hulu, aliran sungai ini melintasi wilayah Kabupaten Kutai Barat, dan Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda di bagian hilirnya. Panjang sungai ini mencapai 920 kilometer dengan luas sekitar 149.277 km2. Sungai Mahakam memiliki beberapa anak sungai, yaitu Sungai Belayan, Sungai Lawa, Sungai Kedang Kepala, Sungai Telen, dan Sungai Tenggarong. Tepian Sungai Mahakam dimanfaatkan oleh tidak hanya masyarakat Samarinda tapi juga wisatawan sebagai tempat untuk bersantai, khususnya pada sore hari.

Pemerintah daerah setempat sudah menata tepi sungai sedemikian rupa agar pengunjung merasa nyaman berada di tempat itu. Menjelang sore hari, puluhan pedagang akan membuka lapak-lapak makanan dan minuman, berikut tempat duduk untuk bersantai. Sementara untuk anak-anak, ada penyewaan mainan. Jenis makanan yang dijajakan memang tidak terlalu banyak karena sebenarnya yang paling dicari di tempat ini adalah suasananya. Makanan yang bisa dibeli diantaranya bakso, mie ayam, nasi goreng, mie goreng, dan jagung bakar.

Saat matahari akan terbenam, kawasan tepi sungai akan semakin ramai dikunjungi karena menikmati panorama senja di tepi Sungai Mahakam memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Tidak hanya dari tepi sungai, pengunjung juga bisa menikmati keeksotisan Sungai Mahakam dari beberapa rumah makan yang berada di ketinggian kawasan perbukitan.

Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa menikmati obyek wisata yang ditawarkan di kawasan Sungai Mahakam, seperti Pesut Mahakam. Di sini terdapat lumba-lumba air tawar (Irrawaddy Dolphin) yang jarang ditemui di tempat lain. Lumba-lumba ini muncul pada pada musim tertentu saja. Habitat utama lumba-lumba ini berada di antara Muara Kaman hingga Melak, dan populasi  terbesarnya ada di Muara Pahu. Biasanya, lumba-lumba ini akan muncul di pagi hari, antara pukul 06.00 - 08.00 WITA atau sore hari, antara pukul 16.00 - 18.00 WITA. Ada juga beberapa jenis unggas dan mamalia, seperti Enggang, Bangau Tong-tong, Raja Udang, Bekantan, Lutung, Berang-berang, dan berbagai jenis satwa lainnya.

Dan dibagian tengah sungai, ada sebuah pulau kecil yang menawarkan keindahan dan hiburan bagi pengunjung, yaitu Taman Wisata Pulau Kumala. Dari hulu sampai ke hilir, Sungai Mahakam masuk ke dalam tiga wilayah administratif pemerintah, yaitu Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kota Samarinda.

Sungai Mahakam dapat dicapai melalui sejumlah cara. Untuk menuju sebagian besar daerah hulu sungai, pengunjung bisa menggunakan perahu tradisional (jukung) atau perahu bermotor (ketinting). Sementara daerah hilir sungai bisa dijangkau dengan alat transportasi darat yang membelah hutan belantara. Hanya saja, jalur darat masih banyak yang rusak dan berlubang sehingga akan memberi ketidaknyamanan bagi pengunjung yang menggunakan kendaraan bermotor. Pengunjung yang menempuh jalur darat disarankan menggunakan mobil 4WD. [TimIndonesiaExploride/IndonesiaKaya]