Indonesia Kaya App

Aplikasi untuk penikmat
budaya Indonesia

Unduh Gratis
Tari Legong Lasem

Tari Legong Lasem

Foto : Tim Indonesia Exploride

Menjadi salah satu obyek wisata Indonesia yang paling dikenal di mancanegara, Bali tidak melulu dikenal dengan keindahan panorama pantainya. Namun tari-tariannya juga ikut berperan penting dalam mengembangkan kepariwisataan daerah ini. Dengan kostum dan aksesori yang indah dan memberi kesan megah, membuat sejumlah tari-tarian Bali yang cenderung enerjik semakin memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Salah satunya adalah Tari Legong yang menjadi salah satu ikon Bali di mata dunia. Kerlingan mata yang ekspresif di antara gerakan luwes sang penari langsung mengingatkan wisatawan dengan Pulau Bali. Tidak mengherankan memang, karena tingkat popularitas tarian ini berada jauh di atas tari-tarian tradisional Bali lainnya.

Konon, kata “legong” sendiri berasal dari gabungan kata “leg” yang berarti gerak tari yang luwes atau lentur atau lemah gemulai, dan kata “gong” yang artinya gamelan. Jadi bisa dikatakan kalau gerakan-gerakan Tari Legong ini, terutama gerakan aksennya, bersenyawa dengan bunyi gamelan yang mengiringinya.

Instrumen pengiring Tari Legong memang sangat kuat, biasanya terdiri dari perangkat barungan gamelan Bali, gangsa, jublag, jegogan, kempur, kemong, cenceng, kajar, rehab, suling, dan sepasang gender rambat dan gender barangan. Pertunjukan Tari Legong juga selalu melibatkan juru tandak yang memberikan aksentuasi pada jalan cerita yang di angkat, dan ini menjadi salah satu ciri khas tarian ini.

Setiap kali menyebut Tari Legong, orang biasanya langsung mengartikannya sebagai Tari Legong Keraton Lasem, yang berkisah tentang perjalanan Prabu Lasem. Sebenarnya, Tari Legong ini memiliki banyak varian, seperti Legong Candra Kanta, Legong Kuntul, Legong Goak Macok, Legong Kupu-Kupu Tarum, dan lain-lain. Nama variannya disesuaikan dengan cerita yang dikisahkan dalam tarian Legong. Tari Legong memiliki struktur yang terdiri dari: papeson, pengawak, pangecok, dan pakaad. Sementara gerakan-gerakan ritmis dan dinamis seperti nyeregseg, ngembat, ngumbang, dan gerakan lainnya ikut mendukung jalan cerita yang sangat jelas.

Tari Legong Lasem, yang pada perkembangannya disebut dengan Legong Keraton, pertama kali muncul pada paruh kedua abad ke-19 dan lebih dikenal sebagai kesenian untuk masyarakat yang tinggal di dalam puri. Baru pada awal abad ke-20, Legong Lasem mulai menyebar ke masyarakat di luar puri dan dari waktu-waktu mengalami perubahan bentuk dan struktur penyajiannya.

Biasanya tarian ini dipentaskan oleh dua orang gadis atau lebih. Tarian Legong Lasem biasanya terlebih dahulu, meskipun tidak selalu, menampilkan tokoh Condong sebagai pembuka tarian. Ciri khas lain dari tarian ini adalah penarinya menggunakan kipas, kecuali tokoh Condong.

Tim Indonesia Exploride tertegun dan takjub dengan pertunjukkan tarian klasik tersebut. Pada saat pertunjukan berlangsung, pentonton yang hadir didominasi oleh wisatawan asing dari Jepang dan Australia, sementara penonton dari Indonesia hanya ‘diwakili’ oleh tim Indonesia Exploride. Menyaksikan Tari Legong Lasem yang klasik, eksotis, dan mengagumkan tentu saja memberi hiburan tersendiri bagi tim. [TimIndonesiaExploride/IndonesiaKaya]