Indonesia Kaya App

Aplikasi untuk penikmat
budaya Indonesia

Unduh Gratis
Drama Musikal Belakang Panggung Persembahan Lentera Sintas Indonesia Hadir untuk #MulaiBicara

Drama Musikal Belakang Panggung Persembahan Lentera Sintas Indonesia Hadir untuk #MulaiBicara

Liputan Budaya 6 Maret 2020
Institut Francais Indonesia, Thamrin, Jakarta

Lentera Sintas Indonesia menghadirkan sebuah drama musikal berjudul "Belakang Panggung" yang bercerita tentang kekerasan seksual. Untuk pertama kalinya di Indonesia, sebuah pagelaran musikal hadir untuk tidak hanya menghibur, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap salah satu isu utama di Indonesia dan dunia. Pada awal tahun 2020, sejumlah kasus pelecehan hingga kekerasan seksual telah terjadi di Indonesia. Dari kasus begal payudara, begal bokong, masturbasi di depan umum, hingga tuntutan mahasiswi kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengatasi kekerasan seksual di kampus dan universitas.

Belakang Panggung menghadirkan drama musikal yang sangat relevan saat ini dan menggugah. Drama musikal ini mengikuti perjalanan Rani Gunawan, aktris muda pendatang baru, yang mendapatkan kesempatan besar bermain sepanggung dengan bintang besar Aditya Santoso dan bekera di bawah arahan sutradara dan aset bangsa Teguh Santoso. Di atas panggung, Pak Teguh menghadirkan kisah cinta Rama Sinta nan ideal dan heroik, dimainkan Adit dan Rani. Tak dinyana, kesempurnaan di atas panggung menyembunyikan kebusukan di belakang panggung.

Produksi Belakang Panggung adalah gagasan dari Airin Efferin dan Produser Dimas Subagio, ini merupakan suatu karya orisinil dari penulis Mario Hasan dan Andrew Trigg (yang juga menjadi sutradara), dengan composer musik: Wishnu Dewanta. Pagelaran ini menghadirkan beberapa aktor-aktor teater dan film terbaik Indonesia seperti Mian Tiara, Rama Widi, Muhammad Khan, Marissa Anita, dan Kiki Narendra. Tema yang sangat berat disajikan dalam cerita yang kreatif, mengejutkan, dramatis dan menghibur, yang memadukan teater musikal ceria dengan drama menegangkan.

"Kami sebagai pekerja seni mengekspresikan keprihatinan atas masalah ini lewat pertunjukkan drama musikal yang diharapkan bisa menjadi pesan agar masyarakat lebih terbuka dan tidak mengucilkan korban di kehidupan sosial. Kekerasan fisik atau seksual bisa merusak kondisi psikologis korban dalam jangka panjang, sehingga kita harus bisa menciptakan lingkungan di mana korban merasa aman untuk bercerita" ujar Dimas Subagio, Produser Musikal Belakang Panggung.

Drama musikal ini juga ingin mengajak masyarakat untuk ikut menyuarakan kampanye #MulaiBicara agar para penyintas dari kekerasan fisik atau seksual bisa merasa aman dan tidak menutup diri. Lewat tagar #MulaiBicara yang digunakan untuk mendukung kampanye melawan kekerasan seksual ini, Musikal Belakang Panggung sukses ditampilkan di Institut Français Indonesia, Thamrin, Jakarta  pada tanggal 6 - 8 Maret 2020 silam. Dihadiri berbagai penikmat seni serta public figure nasional seperti Joko Anwar, Tika Panggabean, Olga Lydia, Ben Kasyafani, Rory Asyari dan Aming. Pagelaran ini berhasil mendapatkan respon positif dan sukses menarik simpati serta kesadaran masyarakat mengenai kekerasan seksual yang kerap terjadi di lingkungan sosial.

Semoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya, Cinta Indonesia.