Drama Musikal Timun Mas : Cerita Rakyat Dalam Balutan Teknologi Modern

Drama Musikal Timun Mas : Cerita Rakyat Dalam Balutan Teknologi Modern

Liputan Budaya 2 Juli 2013

Synergism Entertainment didukung oleh Djarum Apresiasi Budaya dengan bangga mempersembahkan sebuah pertunjukan drama musikal yang mengambil salah satu cerita rakyat dari Jawa Tengah berjudul Timun Mas pada tanggal 29-30 Juni 2013 di Istora Senayan Jakarta.

Drama Musikal Timun Mas diambil dari cerita rakyat yang sudah dikenal turun-temurun dengan judul yang sama. Melalui arahan sutradara Rama Soeprapto, seorang artistic director, entertainment events dan creative consultant yang sudah banyak menghasilkan pagelaran seni dari cerita rakyat seperti Bawang Merah Bawang Putih, Pagelaran Topeng Nusantara, dan masih banyak lagi, Drama Musikal Timun Mas ini diramu dengan mengusung teknologi atau gaya modern, seperti kecanggihan tata lampu, properti panggung, dan musik orkestra sebagai musik pengiring. Meskipun Drama Musikal Timun Mas merupakan cerita lama, namun para penonton seolah-olah disuguhkan sebuah kisah baru.

"Kami menggelar drama musikal yang mengangkat cerita rakyat berjudul Timun Mas ini, selain untuk menggali nilai-nilai budaya dan melestarikan cerita rakyat, kami juga ingin menghadirkan satu konsep pertunjukan yang inovatif dengan memadukan unsur drama, opera, serta multimedia yang canggih. Kami berharap dengan teknik penyajian ini akan dapat menarik minat masyarakat luas untuk datang, dan bersama-sama mengapresiasi kekayaan Budaya bangsa, khususnya cerita rakyat,” ujar Bambang Sutrisno Kusnadi, CEO Synergism Entertainment.

Pergelaran ini melibatkan artis-artis papan atas Indonesia, seperti Angel Pieters, Nola Be3, Chandra Satria, Raline Shah, Ria Irawan, Indra Birowo, Ibu-ibu Sahita Group, Maera, serta didukung oleh Thoersi Argeswara sebagai pengarah musik serta untuk penulisan naskah dipercayakan kepada Akmal N. Basral, Bayu Pontiagust, Bhita Harwantri, dan Antrie Soeryanto.

Setelah sukses dengan Hanoman – The Musical yang menghibur lebih dari 4000 penonton di Tennis Indoor Senayan Jakarta, Djarum Apresiasi Budaya menantang venue yang lebih besar lagi yaitu di Istora Senayan Jakarta. Drama Musikal Timun Mas ternyata berhasil membuktikan bahwa kegiatan Budaya tetap diminati, dan pertunjukan yang digelar berhasil menggaet lebih dari 15.000 penonton. Empat jadwal show Timun Mas dipadati oleh tak kurang dari 4000 orang tiap shownya. Dengan teknik penyajian yang spektakuler ini mampu menarik masyarakat luas, bahkan terlihat banyak keluarga dan anak muda yang datang menonton. 

Drama Musikal Timun Mas diharapkan menjadi sebuah sarana untuk mengakrabkan kembali generasi mendatang dengan cerita rakyat tradisional asli Indonesia.

"Saya ingin mempersembahkan sebuah pertunjukan drama musikal dari cerita Timun Mas dengan menambahkan berbagai unsur baru didalamnya, seperti komedi, edukasi, teknologi dan alur cerita baru yang dikemas dengan ringan agar 'pesan' yang ingin saya sampaikan dapat diterima dengan baik oleh penonton, namun saya tetap mempertahankan unsur cerita aslinya di 'Drama Musikal Timun Mas'," ujar Rama Soeprapto.

Drama musikal ini memang sarat dengan pesan moral untuk anak bangsa. Penyampaian dari kisah ini dapat menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya Indonesia. Mencintai Budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta terhadap Indonesia, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya, Cinta Indonesia.