Indonesia Kaya App

Aplikasi untuk penikmat
budaya Indonesia

Unduh Gratis
Kaba Festival 2018

Kaba Festival 2018

Liputan Budaya 26 November 2018
Balai baru

Minimnya tempat bagi para seniman untuk mempertontonkan karyanya menjadi sebuah acuan bagi Ery Mefri dalam menyelenggarakan sebuah festival. Bermula pada tahun 1988, Ery Mefri meghadirkan Galanggang Tari Sumatera yang kemudian bertransformasi menjadi Padang Bagalanggang. Dan pada tahun 2014 Padang Bagalanggang juga bertransformasi menjadi Kaba Festival. 

Kaba Festival merupakan sebuah festival seni pertunjukan kontemporer yang bertaraf Internasional. Kehadiran festival ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan tempat kepada para seniman, namun juga untuk memperlihatkan potensi yang ada di Indonesia, khususnya Sumatera Barat. Festival ini sudah berjalan selama 4 tahun dan memiliki perbedaan dalam setiap penyelenggaraannya. Tidak hanya dari segi peserta namun juga dari bentuk penyelenggaraannya.

Pada tahun 2018 ini kaba festival hadir dengan 15 karya yang dipertontonkan dari 6 negara (Australia, Swedia, Belanda, Jepang, Prancis, dan Indonesia). Karya-karya yang ditampilkan ini sudah melalui proses kurasi yang cukup lama. Proses yang tak pernah henti dari sebuah karya menjadi tolak ukur bagi Ery Mefri selaku pimpinan Nan Jombang Grup yang juga bertindak sebagai ketua  dewan kurator Kaba Festival untuk bisa dibawa dan ditampilkan di Kaba Festival. “kita tetap mendahulukan proses dari sebuah karya untuk ditampilkan disini, dan pengkurasian ini sudah berjalan cukup lama dengan pantauan saya sendiri dan juga kurator lainnya”, terang Ery.

Perhelatan Kaba Festival pada tahun ke-5 ini bekerjasama dengan Silek Arts Festival, Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat dan Dirjen Kebudayaan. tidak hanya itu, festival ini juga mendapat dukungan dari Badan Ekonomi Kreatif serta Bakti Budaya Djarum Foundation. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Kaba Festival juga menghadirkan para buyers ataupun produser dari belahan dunia termasuk Indonesia. kehadiran para buyers ini tak lepas dari keinginan Ery Mefri untuk menunjukan potensi-potensi yang ada di Indonesia khususnya Sumatera Barat. Seperti yang dijelaskan oleh Angga Djamar selaku direktur festival, “kita bersyukur Kaba Festival sudah mendapat lirikan dari para sponsor dan pemerintah pusat. Tahun ini selain kita bekerjasama dengan Silek Art Festival, Disbud Sumbar dan Dirjen Kebudayaan, kita juga mendapatkan bantuan dari Badan Ekonomi Kreatif dan Bakti Budaya Djarum Foundation”.

Tahun ini Kaba Festival mengusung tema 603530. Penggunaan tema ini dikarenakan perhelatan Kaba Festival 5 bertepatan dengan 60 tahun Ery Mefri, 35 tahun Nan Jombang dan 30 tahun Ery mefri dalam menyelenggarakan Festival. Untuk itu, Kaba Festival 5 menghadirkan sesuatu yang berbeda yang dilatar-belakangi oleh tema tersebut.

Kaba festival 5 diselenggarakan selama sepekan penuh dari 26 November 2018 hingga 2 desember 2018 di Ladang tari Nan Jombang yang bertempat di Balai baru. Festival ini juga dimeriahkan oleh penampilan dari tiga grup randai yang terpilih melalui kegiatan Festival Nan Jombang Tanggal 3.

Semoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya, Cinta Indonesia.