Lebih dari 1.000 penari berpartisipasi dalam Festival 50 Tahun Tari Merak

Lebih dari 1.000 penari berpartisipasi dalam Festival 50 Tahun Tari Merak

Liputan Budaya 15 Desember 2015
Bandung, Jawa Barat

Lebih dari 1.000 penari turut berpartisipasi dalam puncak acara Festival 50 Tahun Tari Merak di Bandung pada tanggal 13 Desember 2015. Tari Merak diciptakan oleh Tjetjep Somantri pada tahun 1950. Gerakan-gerakan tari merak kemudian ditata ulang oleh Irawati Durban pada tahun 1965 sehingga menjadi tarian yang semakin indah dan mempesona.

Rangkaian kegiatan Festival Tari Merak yang didukung juga oleh Bakti Budaya Djarum Foundation adalah

1. Seminar Internasional “Tari Merak dalam Perbandingan” pada 4 Juni 2015 di Auditorium Sunan Ambu, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung;
2. Pelatihan Tari Merak bagi pelatih dan guru sanggar tari & sekolah SD, SMP, SMU, pada tanggal 5 Juni dan 4 Oktober 2015, di Jl Suka Asih, Bandung.
3. 21-22 November 2015: Lomba/Pasanggiri Tari Merak, di Museum Sri Baduga  Jl. BKR 185 di depan lapangan Tegallega.
4. Lomba diikuti oleh 375 orang dari 64 kelompok penari Merak dari berbagai sanggar tari dan sekolah SD, SMP, SMU di Bandung, Jakarta, Cimahi, Padalarang, Subang, Sumedang, Sukabumi, Lembang dan Purwakarta.
5. Workshop Fotografi “On The Spot” pada tanggal 12 Desember 2015 di lantai #5 Bank Indonesia, Jl. Braga, Bandung. Pemateri: fotografer kondang Ray Bachtiar, Andang Gunawan, dan penata Tari Merak Irawati Durban.
6. Parade dan Pentas Akbar “Sarewu Merak Tandang”, pada tanggal 13 Desember 2015 di Car Free Day Jl. Asia Afrika dan berpusat di depan Gedung Merdeka. Diawali oleh Parade 500 peserta Lomba Tari Merak dan penari dari berbagai komunitas tari di Bandung, serta pertunjukan tari Merak, Cangkurileung dan lainnya.
7. Lomba Foto On The Spot “Merekam Keindahan 1000 Tari Merak” pada tanggal 13 Desember 2015 di Jl. Braga, depan Bank BJB Beberapa penari akan menjadi model/objek dari Lomba Foto.

Tari Merak yang ditata Irawati pada tahun 1965, dicanangkan menjadi “ikon Jawa Barat” oleh Kadisbudpar Propinsi Jawa Barat pada tahun 2006. Dengan berjalannya waktu, sejak dipentaskan di hadapan Presiden Korea Utara Kim Il Sung, dalam perjalanan Misi Kesenian Kepresidenan yang terakhir dikirimkan oleh Presiden Soekarno tahun 1965 ke Korea Utara, RRT dan Jepang, Tari Merak  telah tampil dengan anggun dan mengagumkan di panggung dalam dan luar negeri, untuk mengharumkan nama Bandung, Jawa Barat dan Indonesia selama lima puluh tahun. Suatu perjalanan waktu yang panjang dalam menebar keindahan dan kebahagiaan tidak saja bagi penontonnya, tetapi juga bagi banyak seniman tari, grup tari, pelatih tari, penari, penabuh, pembuat kostum, lembaga pendidikan seni, dan penanggap.

Semoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya, Cinta Indonesia.