Perpaduan Pertunjukan Tradisi Lokal Dan Musik Modern Dalam Wayang Hip-Hop Serta Fashion Installation Batik Kudus Karya Oscar Lawalata Persembahan Djarum Apresiasi Budaya

Perpaduan Pertunjukan Tradisi Lokal Dan Musik Modern Dalam Wayang Hip-Hop Serta Fashion Installation Batik Kudus Karya Oscar Lawalata Persembahan Djarum Apresiasi Budaya

Liputan Budaya 5 Agustus 2012

Bukti keseriusan Djarum Apresiasi Budaya dalam menjalankan komitmen untuk meningkatkan apresiasi dan kecintaan masyarakat terhadap kebudayaan Indonesia kembali diwujudkan dengan mempersembahkan “Wayang Hip-Hop”, sebuah karya anak negeri berbentuk pertunjukan tradisi wayang lokal yang disesuaikan dengan konsep kekinian dan fashion installation batik Kudus karya Oscar Lawalata dalam acara Opening Party Bazaar Art Jakarta yang diselenggarakan oleh Bravacasa Indonesia hari Kamis, 26 Juli 2012 di Ballroom Ritz Carlton Pacific Place Jakarta.

Pertunjukan Wayang Hip Hop berhasilmenghibur tamuundangan dengan lakon dari tokoh wayang yang sudah tidak asing seperti Petruk, Gareng, Bagong, Semardan Arjuna. Namun ada yang unik dari pertunjukan ini bahwa para tokoh tersebut menggunakan busana modern yang sontak mengundang gelak tawa para penonton. Kelucuan semakin bertambah ketika wayang karakterLady Gaga jugadihadirkan untuk menghibur Arjuna.

“Kami bangga mendapat kesempatan untuk menghadirkan Wayang Hip-Hop ini yang memadukan wayang asli Indonesia dengan musik asli Amerika tanpa menghilangkan unsur penting kebudayaan Jawa yang kental dalam sebuah acara seperti Bazaar Art Jakarta ini. Dengan gabungan wayang tradisional yang biasa dikenal sebelumnya, musik Hip-Hop yang lebih modern, lirik-lirik campuran Indonesia-Jawa, dan lawakan khas serta dukungan dari Djarum Apresiasi Budaya diharapkan mampu memberikan suguhan yang berbeda dan membuat semua yang hadir dapat mengapresiasi karya budaya anak negeri,” ujar Renitasari, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Wayang Hip-Hop adalah salah satu grup wayang modern yang selama dua tahun konsisten untuk mengembangkan kesenian budaya wayang dengan menggabungkan wayang dengan bahasa campuran Indonesia-Jawa sederhana dan dikemas secara jenaka yang diiringi oleh live instruments seperti gitar dan beberapa perkusi diperkuat dengan nuansa beat Hiphop dan liriknya sebagai narasi cerita ini mengacu pada pola garap perpaduan antara seni tradisi dan kekinian yang menjadi ciri khas dari setiap pertunjukannya dan menjadi daya tarik sendiri. Apalagi di acara Bazaar Art Jakarta 2012 kali ini, Wayang Hip-Hop berkolaborasi dengan Butet Kertaradjasa yang akan memberikan pengantar sebelum pertunjukan dengan gaya khasnya.

Wayang merupakan warisan kesenian yang sangat perlu dikembangkan, dibanggakan, dan dilestarikan karena merupakan salah satu aset kesenian yang telah mendunia dan sudah menjadi budaya bangsa Indonesia yang penuh dengan ajaran filosofi dan pandangan hidup.

“Begitu banyak ajaran-ajaran mulia yang dapat diceritakan dalam pagelaran wayang, apalagi semua ajaran-ajaran tentang kehidupan dalam cerita pewayangan ternyata masih sangat relevan dengan pola kehidupan masyarakat hingga sampai saat ini. Harus ada yang terus konsisten menjaga dan melestarikan pertunjukan wayang dan menyeseuaikannya dengan konsep kekinian agar bisa diterima, dan itulah yang kita lakukan” ujar Ki Benyek, dalang asli Yogyakarta yang menjadi dalang di Wayang Hip-Hop.

Memiliki lima personel yang terdiri dari dalang yang kritis, inovatif dan humoris Ki Catur “Benyek” Kuncoro, dua orang rapper Tyno T.N.T dan Inung Arhaen yang sudah lama menekuni dunia Hip-Hop, Tiara Yantika yang menjadi sinden, dan Rio Srundeng yang bertugas mengocok perut penonton dengan lawakannya, Wayang Hip-Hop terus berusaha membuktikan kemasyarakat luas melalui karya-karyanya yang bisa menjadi alternative tontonan yang berbeda sehingga kebudayaan Indonesia bisa diterima dan diapresiasi di semua kalangan tanpa harus kehilangan unsur-unsur tradisinya.

Satu lagi persembahan Djarum Apresiasi Budaya dalam upayanya mengangkat kebudayaan Indonesia untuk meramaikan acara Bazaar Art Jakarta 2012 ini, yakni fashion installation batik Kudus karya Oscar Lawalata yang akan diselenggarakan di foyer Ballroom Ritz Carlton Pasific Place selama acara berlangsung.

Didasari dari kekayaan kain-kain tradisional Indonesia, Oscar Lawalata mengangkat kain lawas Batik Kudus yang dipadukan dengan kebaya klasik karya Oscar Lawalata. Dengan mengusung gaya etnik tradisional, karya-karya unik dari Oscar Lawalata tersebut akan dipamerkan selama acara. Selain bisa menikmati tatanan fashion installation tersebut, pengunjung juga dapat membeli langsung batik kudus karya pembatik binaan Djarum Apresiasi Budaya.

Bazaar Art Jakarta 2012 diselenggarakan pada tanggal 26 Juli hingga 29 Juli 2012 di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place Jakarta.Di dalam area pameran ini tersebar karya-karya seni dua dimensional (art photography dan grafiti) dan tiga dimensional (patung dan karya instalasi) serta karya-karya seni lainnya seperti Ruang Rupa, Fashion Art Photography, Kinetic Art, Japanese Art, Modernism, dan Wayang in Art. Kinetic Art adalah jenis karya seni yang belum banyak diangkat dalam wacana seni rupa Indonesia saat ini dan merupakan jenis karya seni yang berbeda dan baru dalam Bazaar Art Jakarta tahun ini. Selain Kinetic Art, masih ada 2 karya seni baru yang ditampilkan dalam pagelaran ini yaitu kesenian Wayang dalam berbagai format dan media, serta Modernism Art, sebuah pameran untuk merayakan seni modern Indonesia yang diwakili oleh para seniman aliran Bandung (Mazhab Bandung).

Dengan terus melestarikan kebudayaan dan tradisi yang kita miliki berarti kita telah memberikan suatu penghargaan yang sangat besar terhadap nenek moyang kita. Oleh karena itulah, sudah saatnya para generasi muda harus terus bangga dengan segala peninggalan tradisi dan kebudayaan yang telah diciptakan oleh para nenek moyang itu. Cinta Budaya, Cinta Indonesia.