Produksi Ke-10 Teater Abnon Pementasan Konser Teatrikal "BABE, Muka Kampung Rejeki Kota"

Produksi Ke-10 Teater Abnon Pementasan Konser Teatrikal "BABE, Muka Kampung Rejeki Kota"

Liputan Budaya 15 September 2017
Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta

Muka Kampung Rejeki Kota, cuma Babe yang bisa bikin ketawa.

Teater Abang None (Abnon) Jakarta didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation mempersembahkan sebuah konser teatrikal dengan judul BABE, Muka Kampung Rejeki Kota yang mengangkat kisah perjalanan hidup Benyamin Sueb. Disutradarai oleh Agus Noor dan diproduseri oleh Maudy Koesnaedi, konser teatrikal ini diselenggarakan selama dua hari pada tanggal 15 & 16 September 2017 bertempat di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

“Dikenal sebagai sosok yang kocak, lewat karyanya baik musik, film & panggung pertunjukan. Benyamin adalah salah satu tokoh yang berjasa mengangkat Gambang Kromong lebih dikenal dan didengar hingga saat ini. Karena itulah kami memilih konsep konser teatrikal dengan mengaransemen lagu atau lagu yang pernah dipopulerkan oleh Benyamin menggunakan orkestra berkolaborasi dengan Gambang Kromong. Melalui pertunjukan ini, kami berharap bahwa kami dapat menyampaikan semangat kegembiraan dan sifat positif Benyamin sebagai tokoh yang akan selalu kita kenang,” ujar Maudy Koesnaedi.

Benyamin Sueb bukanlah sekadar nama. Ia adalah sosok seniman multi talenta yang menggema karena kejenakaannya. Kita mengenal banyak celotehan satir yang dilontarkan lelaki kelahiran Kemayoran 5 Maret 1939 ini, namun menjadi akrab dan bersahaja di kehidupan kita sehari-hari, sebut saja Muke Lu Jauh, Kingkong Lu Lawan, Makdikipe, dan masih banyak lagi. Tahun 2005 Ludhy Cahyana dan Muhlis Suhaeri menulis buku biografi tentang perjalanan hidup Benyamin Sueb berjudul Muka Kampung Rezeki Kota. Melalui buku biografi ini, Maudy Koesnaedi selaku pemrakasa Teater Abnon kemudian terinspirasi memproduseri pertunjukan tentang Benyamin Sueb dengan konsep yang berbeda sebagai wujud apresiasi kepada sang legenda yang wafat di Jakarta pada tanggal 5 September 1995.

“Benyamin Sueb, dikenal sebagai seorang seniman dan aktor yang telah memberikan kontribusi begitu banyak dalam dunia perfilman, musik dan seni tradisional Betawi. Sama halnya dengan Teater Abnon, kelompok teater generasi muda yang dimotori oleh Maudy Koesnaedi ini merupakan kelompok yang konsisten dalam melestarikan budaya Betawi dengan menyajikan seni pertunjukan dalam konsep kekinian agar dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Semangat para generasi muda ini tentunya akan memberikan kontribusi positif dalam melestarikan, mengembangkan, serta semakin meningkatkan rasa cinta terhadap warisan budaya Indonesia,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Mengiringi pertunjukan, lebih dari 30 lagu yang pernah populer mengiringi perjalanan hidup seniman legendaris ini dibawakan dan diaransemen ulang oleh Ifa Fachir, sebagai penata musik dalam konser teatrikal ini. Dalam persiapannya, Ifa Fachir menciptakan dua lagu bersama Simhala Avadana yang berjudul Karya Untukmu dan Muka Kampung Rejeki Kota’ yang lirik lagunya terinspirasi dari judul-judul lagu Benyamin dan juga sebagai tanda apresiasi kepada Babe Benyamin.

Semoga kegiatan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya serta meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya, Cinta Indonesia.